DOSEN PENGAJAR : Khiki purnawati kasim, S.St.,M.Kes
LAPORAN PRATIKUM PEMERIKSAAN LOGAM BERAT SIANIDA (CN) (KALOAH) DAN TIMBAL BALIK (Pb) PADA MAKANAN (IKAN BAKAR)
DI SUSUN OLEH :
RISKI = PO.71.4.221.16.1.061
KELAS = D.IV/II.B
KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
POLTEKKES KEMENKES MAKASSAR
JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN
PROGRAM D IV
2018
A. Latar Belakang
Logam berat adalah bahan-bahan alami yang berasal dan termasuk bahan penyusun lapisan tanah bumi. Logam berat tidak dapat diurai atau dimusnahkan. Logam berat dapat masuk ke dalam tubuh mahluk hidup melalui makanan, air minum, dan udara. Logam berat berbahaya karena cenderung terakumulasi di dalam tubuh mahluk hidup.
Logam berat merupakan salah satu komponen pencemar lingkungan, baik di darat, perairan maupun udara. Logam berat yang sering mencemari lingkungan terutama adalah merkuri (Hg), timbal (Pb), cadmium (Cd), arsenik (Ar), chromium (Cr), nikel (Ni) dan besi (Fe) (Palar, 2004). Salah satu lingkungan yang mudah tercemar yaitu perairan, sebab limbah dari industri berupa limbah cair kebanyakan langsung dibuang ke sungai tanpa diolah terlebih dahulu (Subanri, 2008). Hal tersebut dikarenakan banyak industri rumah tangga maupun pabrik ternyata belum mempunyai instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang baik atau sudah mempunyai tetapi tidak dioperasikan karena membutuhkan biaya yang tinggi. Logam berat juga mengendapkan senyawa posfat biologis atau mengkatalis penguraiannya. (Manahan1977, dalam Ernawati 2010) Logam berat adalah unsur alami dari kerak bumi. Logam yang stabil dan tidak bisa rusak atau hancur, oleh karena itu mereka cenderung menumpuk dalam tanah dan sedimen. Banyak istilah logam berat telah diajukan, berdasarkan kepadatan, nomor atom, berat atom, sifat kimia atau racun.
Adapun yang termasuk dari logam-logam berat yaitu Timbal Balik (Pb) dan Sianida (CN) biasanya Timbal Balik dan Sianida di dapatkan pada makanan seperti pada Bakwan udang dan Kaloah.maka dari itu perlu di lakukan pemeriksaan agar dapat di ketahui adanya logam-logam berat pada makanan yang berbahaya bagi kesehatan.
Timbal Balik adalah sebagai gas buang kendaraan bermotor dapat membahayakan kesehatan dan merusak lingkungan. Pb yang terhirup oleh manusia setiap hari akan diserap, disimpan dan kemudian ditampung dalam darah. Bentuk kimia Pb merupakan faktor penting yang mempengaruhi sifat-sifat Pb di dalam tubuh. Komponen Pb organik misalnya tetraethil Pb segara dapat terabsorbsi oleh tubuh melalui kulit dan membran mukosa. Pb organik diabsorbsi terutama melalui saluran pencernaan dan pernafasan dan merupakan sumber Pb utama di dalam tubuh. Tidak semua Pb yang terhisap atau tertelan ke dalam tubuh akan tertinggal di dalam tubuh. Kira-kira 5-10 % dari jumlah yang tertelan akan diabsorbsi melalui saluran pencernaan, dan kira-kira 30 % dari jumlah yang terisap melalui hidung akan diabsorbsi melalui saluran pernafasan akan tinggal di dalam tubuh karena dipengaruhi oleh ukuran partikel-partikelnya.
Sianida adalah elompok senyawa anorganik dan organik dengan siano (CN-) sebagai struktur utama. Sianida tersebar luas di perairan dan berada dalam bentuk ion sianida (CN-), hidrogen sianida (HCN-), dan metalosianida. Keberadaan sianida sangat dipengaruhi oleh pH, suhu, oksigen terlarut, salinitas dan keberadaan ion lain. Sianida dalam bentuk ion mudah terserap oleh bahan-bahan yang tersuspensi maupun oleh sedimen dasar. Sianida bersifat sangat reaktif. Sianida bebas menunjukkan adanya kadar HCN dan CN.
B. Tujuan
- Untuk Mengetahui Timbal (Pb) dan Sianida (Cn) Pada Ikan bakar dan Kaloah
C. Cara Kerja
1. Timbal (Pb)
- Alat :
1. Timbangan Digital
2. Glass Erlenmeyer
3. Gelas Ukur
4. Lumpang dan ALu
5. Gelas Sampel 5 ml
6. Spectroquant Nova 60
7. Beaker Glass
-Bahan:
1. Sampel Makanan (Bakwan Udang)
2. Aquadest
3. Reagen Pb
-Cara Kerja :
1. Sampel makanan (ikan bakar) ditimbang sebanyak 10 gr
2. Sampel dihaluskan dengan menggunakan lumping dan alu
3. Sampel dipindahkan kedalam gelas ukur
4. Kemudian tuangkan aquadest sedikit demi sedikit hingga 50 ml sambal diaduk
5. Sampel dimasukkan sebanyak 5 ml kedalam gelas sampel lalu tambahkan reagen Pb sebanyak 3 tetes
6. Sampel dituang kedalam cuvet dan diperiksa menggunankan Spectroquant Nova 60
Amati Hasilnya
2. Sianida (Cn)
- Alat :
1. Timbangan Digital
2. Glass Erlenmeyer
3. Gelas Ukur
4. Lumpang dan ALu
5. Gelas Sampel 10 ml
6. Botol Sianida Test
7. Beaker Glass
8. Sianida Test
-Bahan:
1. Sampel Makanan (Kaloah)
2. Aquadest
3. Reagent CN-1, CN-2, CN-3
-Cara Kerja :
1. Sampel makanan ditimbang sebanyak 10 ml
2. Sampel dihaluskan dengan menggunakan lumping dan alu
3. Sampel dipindahkan masuk ke dalam gelas ukur
4. Kemudian tuangkan aquadest sedikit demi sedikit hingga 50 ml dan sambal di aduk
5. Lalu satu botol sebagai perbandingan dan satu botol ditambahkan CN-1 sebanyak 1 sendok,CN-2 sebanyak 1 sendok dan CN-3 sebanyak 3 tetes
Diamkan selama 5 menit
Amati Hasilnya
D. Hasil dan Analisa Hasil
Hasil :
1. Timbal (Pb)
Sampel : ikan bakar
Tempat : pasar pabaeng - baeng
Tanggal/Waktu : 06 maret / pukul 13.00 – 15.00
Tujuan : Pemeriksaan Kadar Timbal (Pb) pada ikan bakar
Jumlah/Hasil Pemeriksaan (Pb): (9,16mg/l x 4 = 36,64mg/l)
2. Sianida (Sn)
Sampel : Kaloah
Tempat : Di daerah pasar pabaeng – baeng
Tanggal/Waktu : 06 maret / pukul 13.00 – 15.00
Tujuan : Pemeriksaan Kadar Sianida (Cn) pada kaloah
Jumlah/Hasil Pemeriksaan (Cn): (0 x4 = 0)
Analisa Hasil
1. Timbal (Pb)
Dari hasil pratikum pemeriksaan logam berat pada makanan yang menggunakan sampel makanan (ikan bakar) diperoleh hasil kadar pb yaitu : 9,16mg/l x 4 = 36,64mg/l).Hal tersebut disebabkan karena lokasi pengambilan sampel di pasar pabaeng - baeng terletak dipinggir jalan yang ramai kendaraan.
2. Sianida (Cn)
Dari hasil praktikum pemeriksaan logam berat pada makanan yang menggunakan sampel( kaloah) diperoleh hasil sianida (cn) yaitu 0 mg/l . Hal tersebut karena lokasi pengambilan sampel didaerah pasar pabaeng – baeng tidak tercemar limbah industri/penghasil logam berat lainnya.
E. Kesimpulan
1. Setelah melakukan pemeriksaan sampel (bakwan udang) kadar timbal (pb) pada sampel bakwan udang terdapat kandungan timbal yaitu : 36,64 mg/l.jumlah timbal yang terdeteksi berdasarkan BPOM nomor 23 tahun 2017 melebihi batas maksimum standard yang ditentukan yaitu 0,20 mg/kg.
2. Setelah melakukan pemeriksaan sampel (kaloah) kadar sianida (cn) pada sampel kaloah diketahui kandungan sianida yaitu 0 mg/l , jadi kaloah tersebut bisa dikonsumsi atau digunakan.
DAFTAR PUSTAKA
Moch Solikin, Dampak dan Upaya Pengendalian Gas Buang Kendaraan Bermotor,
Cakrawala Pendidikan No.3, Tahu XVI, Nov 1997.
Wardhana, A.W.2004.Dampak Pencemaran Lingkungan,
Yogyakarta : Penerbit Andi
Palar,H.2004. Pencemaran dan Toksikologi Logam Berat.
jakarta.PT Rineka Cipta

Tidak ada komentar:
Posting Komentar